KETUA DEWAN PEMBINA YAYASAN LANDAK BERSATU, KETUA YAYASAN LANDAK BERSATU DAN ANGGOTA DEWAN YAYASAN LANDAK BERSATU MENGANTARKAN ROMBONGAN GP ANSOR BERTEMU PAUS FRANSISKUS DI VATIKAN

Ketua Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu, Mgr. Agustinus Agus, bersama Ketua Yayasan Landak Bersatu Pastor Johanes Robini Marianto OP dan ditemani pula oleh anggota Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu, Pastor Mingdry Hanafi Tjipto OP pada tanggal 24 – 26 September 2019 mengantarkan rombongan GP Ansor yang terdiri dari Yaqut Cholil Qoumas (Ketua Umum GP Ansor) dan jajarannya, menemui Paus Fransiskus di Vatikan. Pertemuan ini membawa agenda untuk mendukung dokumen Human Fraternity for World Peace and Living Together yang dikampanyekan Paus Fransiskus. Dalam kesempatan itu, GP Ansor juga memberikan dokumen GP Ansor Declaration on Humanitarian Islam atau Deklarasi GP Ansor tentang Islam untuk Kemanusiaan.

Di tengah maraknya perpecahan karena isu perbedaan sara di Indonesia, pertemuan di Vatikan ini tentu menjadi bukti bahwa toleransi masih nyata dan dapat dijalankan di Indonesia. Tentu saja, pertemuan para petinggi agama ini tidak cukup hanya berhenti di situ saja. Semangat toleransi yang ditunjukkan oleh para petinggi agama tentu juga harus dicontoh oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagi STKIP Pamane Talino, kunjungan para petinggi Yayasan Landak Bersatu bersama GP Ansor ke Vatikan untuk bertemu Paus Fransiskus menunjukkan sikap terbuka dari STKIP Pamane Talino dalam memandang perbedaan agama di Indonesia. Pastor Robini OP mengatakan bahwa semua yang terlibat di STKIP Pamane Talino, baik pengurus Yayasan Landak Bersatu, dosen STKIP Pamane Talino, tenaga kependidikan hingga mahasiswa di STKIP Pamane Talino memiliki kewajiban dan kesempatan yang sama. Suku dan agama yang berbeda tidak akan menghalangi seseorang untuk berkembang di STKIP Pamane Talino. Selanjutnya Pastor Robini OP juga mengajak semua yang terlibat di STKIP Pamane Talino untuk belajar melihat persamaan dalam perbedaan dan hidup dengan perbedaan itu. (Kas/Tri).